Semarang, 6 Januari 2026 — Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Sharing Session Best Practice Inovasi Perpustakaan Perguruan Tinggi pada Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas pustakawan, serta mendorong inovasi layanan perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi.

Wakil Ketua FPPTI Jawa Tengah, Jamzanah Wahyu Widayati, S.I.Pust., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi perpustakaan harus dibangun melalui kolaborasi dan partisipasi aktif anggota.

“FPPTI Jawa Tengah berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang berdampak langsung bagi anggota. Melalui hibah, konsorsium, dan forum berbagi praktik baik ini, kami berharap perpustakaan perguruan tinggi semakin adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan sivitas akademika,” ujarnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, yang menekankan pentingnya peran strategis pustakawan dalam ekosistem akademik.

“Perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi menjadi mitra strategis dalam pendampingan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, pustakawan perlu terus meningkatkan kompetensi dan kualifikasi pendidikannya,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, komitmen, dan dedikasi dalam pengembangan kegiatan kepustakawanan, FPPTI Jawa Tengah juga memberikan penghargaan kepada empat perguruan tinggi yang dinilai konsisten berperan aktif dalam penguatan inovasi, kolaborasi, serta pengembangan layanan perpustakaan perguruan tinggi. Penghargaan tersebut diberikan kepada Poltekkes Kemenkes Semarang, UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas Pancasakti Tegal, dan Universitas Diponegoro. Pemberian apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus mendorong praktik-praktik unggul kepustakawanan serta memperkuat peran strategis perpustakaan dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Penyerahan Hibah FPPTI Jawa Tengah Tahap II

Sebagai bentuk apresiasi terhadap anggota yang aktif, FPPTI Jawa Tengah menyerahkan Hibah Tahap II berupa Smart TV 43 inci kepada 10 perguruan tinggi yang telah melalui proses seleksi. Hibah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan layanan, literasi informasi, serta pemanfaatan teknologi di perpustakaan.

Adapun perguruan tinggi penerima hibah FPPTI Jawa Tengah adalah:

  1. Perpustakaan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)
  2. STIKES Bethesda YAKKUM Temanggung
  3. Perpustakaan Universitas Bhamada Slawi
  4. UPT Perpustakaan Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
  5. UPT Perpustakaan Universitas Stikubank Semarang
  6. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Gombong
  7. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Magelang
  8. Perpustakaan STIKES Elisabeth Semarang
  9. Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  10. Universitas Telogorejo Semarang

“Hibah ini merupakan bentuk kepercayaan dan apresiasi FPPTI Jawa Tengah kepada anggota yang aktif serta berkomitmen dalam pengembangan layanan perpustakaan,” tambah Jamzanah.

Penguatan Akses Digital melalui Konsorsium

FPPTI Jawa Tengah juga melaksanakan penandatanganan MoU Konsorsium E-Journal Gale yang diikuti oleh 39 perguruan tinggi, serta Konsorsium Turnitin yang diikuti oleh 14 perguruan tinggi. Konsorsium ini tidak hanya melibatkan perguruan tinggi di Jawa Tengah, tetapi juga dari luar wilayah, sebagai upaya memperluas akses sumber informasi ilmiah dan menjaga integritas akademik.

Ketua FPPTI Jawa Tengah, Suwondo, S.Hum., M.Kom., menekankan pentingnya sikap bijak dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI).

“Di era AI, kita harus menjadikan teknologi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas layanan dan akademik. Namun, pustakawan juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga etika dan integritas akademik agar tidak terjadi penyalahgunaan teknologi,” jelasnya.

Sharing Session Best Practice Inovasi Perpustakaan

Sesi sharing session menghadirkan UIN Raden Mas Said Surakarta, peraih Juara 1 ALIA Nasional, yang memaparkan inovasi Library Assistant berbasis AI untuk mendukung akses literatur akademik. Selain itu, Poltekkes Kemenkes Semarang, peraih Juara 2 ALIA Nasional dan Juara 1 IALA Jawa Tengah, berbagi praktik terbaik pengembangan perpustakaan digital melalui chatbot, AI PDF extractor, virtual reality (VR), pathfinder, hingga integrasi layanan dalam sistem Si-Puspa (Simpul Informasi Kesehatan Indonesia).

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Diskusi dan sesi tanya jawab berjalan aktif dan komunikatif, mencerminkan tingginya minat pustakawan dalam mengembangkan inovasi layanan perpustakaan.

Melalui kegiatan ini, FPPTI Jawa Tengah berharap dapat terus memperkuat peran perpustakaan perguruan tinggi sebagai pusat layanan informasi, pendukung riset, dan penggerak literasi informasi di era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *