Jakarta — Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Tengah kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Erwan Setyo Budi, S.Hum., pustakawan dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang, berhasil meraih Juara Harapan II dalam ajang Indonesian Academic Librarian Award (IALA) 2025 yang diselenggarakan oleh FPPTI Pusat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari The 4th International Conference of Academic Libraries (KPPTI-4) yang berlangsung di Universitas Tarumanagara, Jakarta, dengan tema besar “AI-Driven Academic Libraries: Innovation, Ethics, and the Future of Knowledge Management.”
Ajang IALA menjadi wadah apresiasi bagi pustakawan berprestasi dari seluruh Indonesia yang mengembangkan inovasi layanan perpustakaan di era kecerdasan buatan. Tahun ini, kompetisi diikuti oleh tujuh finalis dari berbagai wilayah FPPTI, yang dinilai melalui dua tahap: desk evaluation dan final presentation di hadapan dewan juri nasional.
Inovasi: Chatbot “Ala SciSpace” untuk Dokumen Akademik
Dalam kompetisi ini, Erwan menampilkan karya inovatif berupa Chatbot “ala SciSpace” untuk satu dokumen PDF, sebuah solusi cerdas yang memanfaatkan teknologi retrieval-augmented generation (RAG) untuk mendukung riset dan literasi ilmiah sivitas akademika.
Sistem ini memungkinkan pengguna mengunggah satu dokumen PDF — misalnya artikel jurnal ilmiah — untuk kemudian dianalisis secara otomatis melalui proses:
- Ekstraksi teks (text extraction),
- Pemecahan isi dokumen menjadi potongan kecil (chunking) dengan overlap yang dapat diatur,
- Embedding lokal menggunakan model sentence-transformers,
- Pencarian kontekstual melalui FAISS (dengan fallback ke scikit-learn bila FAISS tidak tersedia), dan
- Generasi jawaban berbasis OpenAI Chat API (gpt-4o-mini) dengan sitasi halaman otomatis dalam format [p.X].
Aplikasi ini dikembangkan dengan antarmuka sederhana berbasis Streamlit, yang membuatnya ringan, mudah digunakan, dan dapat dijalankan secara lokal di lingkungan perpustakaan akademik tanpa bergantung pada infrastruktur besar.
Menurut Erwan, sistem ini terinspirasi dari fitur “Chat with PDF” milik SciSpace, namun dirancang agar dapat diimplementasikan secara mandiri oleh pustakawan di kampus dengan prinsip open and ethical AI. “Tujuan saya bukan sekadar membuat chatbot, tetapi menghadirkan alat bantu belajar yang akurat, transparan, dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Pustakawan sebagai Pionir AI di Dunia Akademik
Dewan juri menilai karya ini memiliki nilai tambah tinggi karena relevan dengan kebutuhan kampus untuk menghadirkan AI-driven knowledge management yang tidak hanya inovatif tetapi juga etis dan transparan. Inovasi semacam ini diharapkan mampu memperkuat peran pustakawan sebagai fasilitator riset dan literasi ilmiah di era digital.
Selain Erwan, penghargaan utama Juara I diraih oleh Pitoyo Widhi Atmoko, S.Si., M.Si. dari Universitas Brawijaya (FPPTI Jawa Timur), Juara II oleh Teguh Prasetyo Utomo, S.I.Pust. dari Universitas Islam Indonesia (FPPTI DIY), dan Juara III oleh Nurru Alfi Fazri Furau’ki, S.Ptk., M.I.Kom. dari Institut Teknologi Sains Bandung (FPPTI Jawa Barat).
Sementara Desni Sri Hastuti Sihite, S.Sos. dari Universitas Bina Nusantara (FPPTI DKI Jakarta) dinobatkan sebagai Juara Harapan I.
Kebanggaan untuk FPPTI Jawa Tengah
Ketua FPPTI Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut, menyebut bahwa prestasi ini mencerminkan semangat inovasi pustakawan daerah dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan etika AI di dunia akademik.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa pustakawan Jawa Tengah tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga menjadi pelopor dalam integrasi AI yang bertanggung jawab di dunia perpustakaan,” ujar salah satu pengurus FPPTI Jawa Tengah.
Dengan inovasi ini, Erwan Setyo Budi tidak hanya mengharumkan nama FPPTI Jawa Tengah, tetapi juga menegaskan bahwa pustakawan masa kini adalah arsitek pengetahuan masa depan, yang menjembatani manusia dan mesin dalam ekosistem akademik yang cerdas dan beretika.






