Paradigma baru perpustakaan yang bukan hanya sebagai tempat penyimpan dan peminjaman buku, akan tetapi juga sebagai ruang publik bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan hidup, berbagi pengalaman, serta berdiskusi untuk memecahkan permasalahan, perlu terus diperkuat. Perpustakaan membutuhan tenaga terlatih dan memiliki kompetensi memadai untuk mendampingi masyarakat yang membutuhkan informasi serta mampu mewujudkan transformasi perpustakaan. Dengan perubahan paradigma tersebut, perpustakaan perlu melakukan terobosan-terobosan baru. Untuk itu, seluruh perpustakaan perlu didorong untuk mencapai standar nasional perpustakaan. Salah satu peningkatan standar nasional perpustakaan adalah melaui akreditasi, termasuk pada perpustakaan di tingkat perguruan tinggi.
Saat ini terdapat 164.610 perpustakaan di Indonesia. Dari jumlah tersebut, terdapat 2.057 perpustakaan perguruan tinggi yang 558 perpustakaan di antaranya sudah terakreditasi. Adapun dari total 6.552 perpustakaan khusus, baru sebanyak 179 perpustakaan yang sudah terakreditasi. dalam rangka memastikan kualitas mutu perpustakaan unutk melayani masyarakat, diperlukan langkah penilaian kesesuaian, dalam hal ini adalah dibutuhkan akreditasi perpustakaan. Akreditasi perpustakaan merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang menyebutkan penyelenggaraan perpustakaan dilakukan sesuai dengan standar nasional perpustakaan. Manfaat dari akreditasi di antaranya adalah Menunjukkan Kualitas Pendidikan, menjadi gambaran kualitas pendidikan oleh Perguruan Tinggi yang bersangkutan. Akreditasi mempunyai beberapa kriteria yang dijelaskan. Apabila berhasil memperoleh akreditasi yang tinggi dan menjadi bukti bahwa perpustakaan kampus telah memiliki kualitas, manfaat kedua adalah Menjamin Adanya Kredibilitas, karena dengan akreditasi dan adanya informasi nilai akreditasi bisa memperlihatkan kampus tersebut memiliki kredibilitas atau keterpercayaan di bidang perpustakaan.
Salah satu organisasi Perpustakaan yang ada di Indonesia adalah FPPTI (Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia) dengan perwakilan wilayah seluruh Indonesia. Di dalam FPPTI ini kita bisa meningkatkan kualitas perpustakaan dan juga banyak belajar terkait dengan organisasi, komunikasi, pelatihan dan workshop di bidang perpustakaan dan kepustakawanan. Khusus untuk di Jawa Tengah, program-program kerja yang ada di FPPTI Jawa Tengah sangatlah banyak sehingga anggota FPPTI banyak yang berterima kasih kepada FPPTI Jawa tengah karena sudah banyak membantu perpustakaan anggota.
FPPTI Jateng dalam lima tahun ini sudah banyak acara dan kegiatan yang telah diselenggarakan, di antaranya adalah pendampingan akreditasi perpustakaan perguruan tinggi yang membutuhkan tenaga, pikiran dan juga finansial. Akreditasi perpustakaan ini seolah menjadi sesuatu yang berat bagi perguruan tinggi karena banyaknya penilaian yang harus dilalui. Dari borang akreditasi 6 komponen menjadi 9 komponen yang keseluruhan membutuhkan effort yang luar biasa bagi para pengelola perpustakaan. Dengan latar belakang tersebut di atas maka dibutuhkan penerjemahan terhadap borang akreditasi sehingga mudah dipahami dan mudah untuk diimplementasikan. Oleh karena itulah FPPTI Jawa Tengah mengadakan pendampingan akreditasi. Sebelum melaksanakan kegiatan tersebut perlu diadakan kegiatan Koordinasi dan Refreshment Penerjemahan 9 Komponen Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi sehingga kegiatan pendampingan akreditasi akan berjalan lancar.

Kegiatan pelaksanaan koordinasi dan refreshment penerjemahan 9 komponen akreditasi perpustakaan perguruan tinggi Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Wilayah Jawa Tengah bertujuan untuk mengurai dan menganalisis secara rinci borang akreditasi yang terdiri dari 9 komponen. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang setiap komponen dalam proses akreditasi perpustakaan, sehingga memungkinkan penyusunan dan pelaksanaan program perbaikan yang efektif. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran ide dan pengalaman antarperguruan tinggi yang telah menjalani proses akreditasi dengan menggunakan borang 9 komponen. Hal ini dapat meningkatkan kolaborasi dan pembelajaran lintas institusi guna mencapai standar akreditasi yang lebih tinggi. Selain itu, dalam kegiatan ini juga akan dibahas cara kerja dan mekanisme pendampingan akreditasi baik secara online maupun on-site, sehingga memberikan panduan praktis bagi perguruan tinggi dalam mempersiapkan dan menyelesaikan proses akreditasi secara efisien dan efektif. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dan standar layanan perpustakaan di perguruan tinggi di Jawa Tengah sesuai dengan persyaratan akreditasi yang ditetapkan.

Kegiatan Koordinasi dan Refreshment Penerjemahan 9 Komponen Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Wilayah Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh FPPTI Jawa Tengah dilaksanakan pada Hari Kamis, Tanggal 02 Mei 2024 di Perpustakaan UIN Salatiga, Jalan Lingkar Salatiga Km. 02 Pulutan Sidorejo Kota Salatiga Jawa Tengah.

Hasil Kegiatan Koordinasi dan Refreshment Penerjemahan 9 Komponen Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi  Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Wilayah Jawa Tengah sebagai berikut:

Pada kegiatan ini acara yang dilaksanakan adalah:

  1. Pembukaan oleh Mc: Ria Sumarni, S.IP., M.Hum. dan dibuka pada pukul 09.00
  2. Sambutan Ketua FPPTI Jawa Tengah oleh Soewondo, M.Hum. selaku Ketua FPPTI Jateng . dalam sambutannya wakil ketua menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang diusulkan dari banyak anggota dalam rangka peningkatan kualitas layanan, fasilitas, dan juga dalam rangka memenuhi standar nasional perpustakaan, harapannya dengan kegiatan ini  fasilator yang ditunjuk dan diSKkan bisa mendiskusikan boring akreditasi 9 komponen dan nantinya akan disampaikan pada anggota FPPTI dalam rangka membantu akreditasi perpustakaan perguruan tinggi . Acara dibuka dengan bacaan bacaan Basmalah.
  3. Selanjutnya pemaparan dan bedah borang akreditasi yang disampaikan langsung oleh ketua FPPTI Jawa Tengah periode 2019-2023, Dr.Wiji Suwarno, S.Ag., S.IP., M.Hum.

Dalam kesempatan ini Dr.Wiji Suwarno, S.Ag., S.IP., M.Hum. menyampaikan bagaimana UIN Salatiga mempersiapkan akreditasi perpustakaan dari asesmen borang, mensimulasikan beberapa kali sampai dengan submit borang ke Aplikasi Sistem Penilaian Akreditasi Perpustakaan Indonesia (SiPAPI).

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan membedah borang dari komponen 1 sampai dengan komponen 5, pad  Jam 12.00 acara dihentikan untuk istirahat sholat dan makan, kemudian acara dilanjutkan lagi dengan membedah borang komponen 6 sampai dengan 9, dan dilanjutkan dengan tanya jawab seputar boring. Selanjutnya jam 17.00 acara ditutup langsung oleh Ketua FPPTI Jawa Tengah.

Hasil Kegiatan Koordinasi dan Refreshment Penerjemahan 9 Komponen Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi  Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Wilayah Jawa Tengah ini  memberikan layanan yang lebih baik terkait dengan persipan akreditasi terhadap Perpustakaan anggota FPPTI Jateng.  Adapun saran yang bisa kami sampaikan:

  1. Kegiatan Kegiatan Koordinasi dan Refreshment Penerjemahan 9 Komponen Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi  Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Wilayah Jawa Tengah sangat penting untuk dapat meningkatkan kualitas Perpustakaan anggota FPPTI Jateng.

Karena acara ini sangat penting, maka fasilator yanh hadir benar-benar untuk bisa memahami dan mengejawantahkan boring akreditasi supaya  supaya anggota  perpustakaan FPPTI Jateng yang mengikuti Bintek pendampingan akreditasi benar-benar memahami dan bisa mengaplikasikan langsung pada perpustakaannya dalam rangka mendapatkan nilai akreditasi yang optimal sesuai dengan harapan. Sehingga anggota FPPTI bisa maju bersama melalui FPPTI dengan semboyannya Sharing, Caring dan Inspiring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *