Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional/RAKERNAS pada tanggal 6 Maret 2021, penyelenggaraan ini mengusung tema “Peran Strategi FPPTI Dalam Meningkatkan Mutu Perpustakaan Perguruan Tinggi Yang Berkualitas, Kreatif, Inovatif Dan Berdaya Saing”.

Kegiatan Rapat Kerja Nasional FPPTI (Rakernas FPPTI) Tahun 2021 diikuti oleh Dewan Penasehat, Dewan Pengawas, Ketua Umum, Sekjen, Ketua FPPTI Wilayah, Koordinator Wilayah,Pengurus pusat dan perwakilan pengurus wilayah yang diselenggarakan melalui media virtual (daring). Rapat kerja ini melaporkan serta memaparkan capaian kerja maupun rangkaian program kerja yang akan dilakukan oleh pengurus pusat maupun wilayah. Ketua FPPTI Pusat ibu Mariyah, S.Sos., M.Hum mengatakan bahwa hal yang melatar belakangi program kerja ini adalah dikarenakan peran Perpustakaan dalam tridarma perguruan tinggi belum berjalan secara maksimal sehingga perlu ditingkatkan kembali aktifitas-aktifitas yang bias mendukung tercapainya tri darma perguruan tinggi. Selain itu, masih adanya kesenjangan antara fungsional Pustakawan dan dosen, kurangnya kerjasama antar Perpustakaan dan perguruan tinggi, dan adanya kesenjangan tingkat pendidikan pengelola. Adapun dasar hukum dalam kegiatan rapat kerja nasional FPPTI adalah sebagai berikut:

  • Anggaran dasar FPPTI 2020:

BAB V: pasal 18 butir (c) tentang permusyawaratan dan pasal 20 tentang rapat kerja nasional dan rapat kerja wilayah.

BAB VII pasal 24 butir 2. Anggaran rumah tangga dapat diubah oleh musyawarah nasional dan rapat kerja nasional.

  • Mandat musyawarah nasional FPPTI 6 Desember 2020

Rekomendasi program kerja prioritas 2021-2023, terdiri dari 16 butir, pada MUNAS 6 Desember 2020, di Jakaerta.

Mandate musyawarah FPPTI 2020

  1. Menjalankan program kerja kepengurusan sebelumnya yang bersifat fundamental, strategis dan berkesinambungan seperti SISKA, dll
  2. Mendorong legalitas status hukum organisasi FPPTI
  3. Mendorong lembaga Pembina untuk menyediakan sumber daya elektronik (kemendigbud, kemenag, perpusnas) yang diperlukan perguruan tinggi
  4. Upaya membentuk FPPTI wilayah di indonesia yang belum memiliki struktur organisasinya
  5. Pengapdian masyarakat dalam bentuk pendampingan dan upaya pembinaan pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia bekerjasama dengan pihak terkait
  6. Penguatan kompetensi dan sertifikasi tenaga perpustakaan perguruan tinggi melalui diklat, workshop, bimtek dan sejenisnya .
  7. Memperkuat kerja sama antar perpustakaan perguruan tinggi anggota FPPTI melalui kegiatan inter-library-loan, document delivery services dan sejenisnya dalam rangka mendukung program kampus merdeka
  8. Upaya penguatan sumber daya koleksi melalui mekanisme konsorsium
  9. Upaya advokasi untuk pencapaian karir pustakawan perguruan tinggi (pustakawan utama)-revisi pemenristek dikti no 49 tahun 2015 dan surat edaran (se) No.102318/A2.3/KP/2017
  10. Pengembangan repository institusi bagi anggota FPPTI
  11. Mewujudkan lembaga akreditasi mandiri khususnya bagi perpustakaan dan pustakawan perguruan tinggi
  12. Meningkatkan hubungan kerja dengan lembaga-lembaga terkait seperti kemedigbud, riset dikti, perpusnas.
  13. Upaya advokasi FPPTI untuk memediasi dan mendorong kebijakan pimpinan perguruan tinggi agar memasukkan kepala perpustakaan sebagai anggota senat akademik
  14. Upaya menyetarakan regulasi jenjang karir pustakawan di perpustakaan perguruan tinggi negri dan suasta
  15. Upaya advokasi untuk mendorong kebijakan pengangkatan pustakawan perguruan tinggi senagai ASN melalui pemetaan jabatan fungsional pustakawan di instansi, pemerintah, daerah maupun kementrian.
  16. Bergabung di asosiasi regional dan Internasional (IFLA, CONLAS, etc.)

Dari mandate musyawarah FPPTI 2020 di atas dikerjakan oleh masing masing coordinator/komisi structural organisasi FPPTI. Adapun garis besar mandat MUNAS 2020 yang disampaikan ketua umum FPPTI ibu Mariyah, S.Sos., M.Hum pada saat rapat kerja nasional/RAKERNAS pada tanggal 6 Maret 2021, beliau menyampaikan beberapa mandate, di antaranya adalah sebagai berikut: Lembaga: FPPTI berbadan hokum, lembaga akreditasi mandiri, kerja sama dengan stakeholder: Sumber daya elektronik, inter-library-loan, konsorsium, kampus merdeka dan lainnya, memperluas jangkauan FPPTI se-Nusantara, Sumber Daya Manusia: Karir Pustakawan, Jabatan fungsional, pengapdian masyarakat dan lainnya, Teknologi Informasi dan Komunikasi: Repositori penguatan keanggotaan terintegrasi dan lainnya.

Berikut merupakan struktur organisasi pengurus pusat Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Periode 2020-2023

Adapun strategi yang akan dilakukan terkait dengan rencana yang akan diimplementasi hasil dari musyawarah, yang pertama adalaha struktur organiasai dengan kepemimpinan kolektif koligeal, yang terdiri dari Pengurus pusat FPPTI, Pengurus kehormatan, pengurus harian dan pengurus inti, dimana pengurus inti terbentuk sesuai dengan mandate munas FPPTI 2020, terdiri dengan wakil ketua dengan bidang dan komisi yang sesuai dengan strategi dengan boidang yang ingin dicapai yaitu penguatan organisasi, kebijakan dan kerja sama. Strategi yang lain dari apa yang dipaparkan ketua adalah membentuk bidang organiasai, manajemen dan teknologi informasi perpustakaan untuk mewujudkan tumbuh besar FPPTI Pusat dan wilayah, berbadan hokum, pustakawan yang berkualitas, layanan berbasiskan TIK. Selain itu membentuk bidang penelitian pengembangan dan kerja sama untuk mewujudkan semakin banyak dan bermutu hasil riset di perguruan tinggi dan semakin banyak kesempatan kerja sama di dalam maupun diluar negeri.

GARIS BESAR PROGRAM KERJA BIDANG 1

Membuat dokumen kebijakan internal dan eksternal organisasi, training need analysis berupa bimbingan teknis (BIMTEK), penelitian yang bersifat nasional dan internasional, kompetisi magang di perpustakaan luar negeri, membuat konsep lembaga sertifikasi profesi mandiri (LSPM) versi FPPTI, program pendampingan akreditasi perpustakaan (Program simulasi dan konsultasi-perpustakaan asuh) dan membuat draf usulan untuk Perpustakaan non ASN.

Mengembangkan layanan keanggotaan FPPTI melalui peningkatan system keanggotaan yang terintegrasi (SISKA), melakukan percakapan perkembangan teknologi informasi di wilayah, diantaranya melalui program ToT (Training of Trainer) pembangunan tim TI di semua cabang FPPTI, mengembangkan kualitas Repositori institusi, memfasilitasi perkembangan website FPPTI wilayah dan membangun pangkalan data organisasi dan kesekretariatan.

GARIS BESAR PROGRAM KERJA BIDANG II

Melakukan kegiatan riset bidang kepustakawanan seperti kajian kebutuhan pustakawan utama di perguruan tinggi, melakukan pendapatan perguruan tinggi anggota FPPTI yang belum melakukan MoU dengan perpustakaan Nasional.

Melakukan pendampingan gerakan masyarakat, menghimpun informasi konsorsium dan stakeholder FPPTI, mempersiapkan magang dan konferensi internasional, pengembangan jurnal ilmiah FPPTI membuat FPPTI pers dan percepatan FPPTI memiliki/berstatus badan hukum.

GARIS BESAR PROGRAM KERJA SEKRETARIS JENDRAL

Tata kelola administrasi FPPTI-transparan dan akuntabel

Supporting kegiatan rutin dan pengembangan FPPTI

Wakil ketua umum I bapak Dhama Gustiar Baskoro SS., M.Pd. dan wakil ketua bidang II ibu Purwani Istiana dalam kegiatan RAKERNAS pada tanggal 6 Maret 2021 ini juga memaparkan beberapa program kerjanya yang kemudian dilanjutkan oleh paparan sekretaris jendral bapak Amirul Ulum, M.IP., setelah paparan dari pengurus pusat selesai, kemudian paparan selanjutnya dilakukan oleh FPPTI Wilayah DKI, FPPTI Wilayah Papua dan Papua barat dan FPPTI wilayah Gorontalo. Acara RAKERNAS ini berjalan dengan lancer, meskipun ada kendala tetapi tidak mengganggu jalannya kegiatan yang dilakukan. Dalam rapat kerja nasional ini FPPTI Jawa Tengah diwakili oleh ketua dan pengurus lainnya.

Leave a Comment